Popular Posts

What’s Hot

Pesawat tempur AS serang wilayah utara ibu kota Yaman dalam agresi baru

Pesawat tempur Amerika telah melakukan sejumlah serangan udara terhadap sasaran di utara ibu kota Yaman, Sana'a, setelah militer Yaman mengaku bertanggung jawab atas operasi pembalasan terhadap USS Harry Truman di Laut Merah.

Saluran televisi Yaman al-Masirah melaporkan bahwa empat serangan udara terjadi di daerah al-Azraqeen, pada Minggu dini hari.

Tingkat kerugian manusia atau material akibat serangan udara tersebut belum diungkapkan.

Kebakaran hebat terjadi setelah serangan udara AS terhadap target di wilayah al-Azraqeen di utara ibu kota Yaman, Sana'a, pada 19 Januari 2025. (Foto via media sosial)


Serangan udara itu terjadi beberapa jam setelah Brigadir Jenderal Yahya Saree, juru bicara tentara Yaman, mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan negara itu telah menargetkan kapal induk USS Harry Truman “dengan sejumlah pesawat tak berawak dan rudal jelajah” di Laut Merah.

Ia juga memperingatkan “pasukan musuh di Laut Merah tentang konsekuensi agresi apa pun terhadap [Yaman] selama masa gencatan senjata di Gaza.”

Insiden terbaru ini menandai serangan kedelapan terhadap kapal induk AS oleh Angkatan Bersenjata Yaman sejak kedatangannya di Laut Merah pada bulan Desember.

Sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Gaza, pasukan Yaman telah menargetkan aset Israel dan Barat sejak November 2023, setelah dimulainya perang Israel yang menghancurkan di Gaza pada Oktober 2023, serta sebagai tanggapan terhadap agresi Amerika-Inggris di tanah Yaman.

Untuk menekan Israel agar menghentikan perang brutalnya di Gaza, tentara Yaman juga menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel, Amerika Serikat, dan Inggris.

Akibat operasi ini, pelabuhan Eilat di sebelah selatan wilayah pendudukan telah ditutup secara efektif, yang menyebabkan dampak ekonomi yang signifikan bagi warga Israel.

Angkatan Bersenjata Yaman telah bersumpah untuk melanjutkan serangan mereka sampai serangan darat dan udara Israel di Gaza berhenti.

Israel telah menewaskan sedikitnya 46.899 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai 110.725 orang lainnya di Gaza sejak dimulainya perang. Ribuan orang lainnya juga hilang dan diduga tewas tertimbun reruntuhan.(*)


0 $type={blogger}:

Posting Komentar